Multisensory marketing
Shutterstock

Boost Keuntungan Bisnis 120% Dengan Multisensory Marketing

Dalam beberapa tahun terakhir, para marketing mempelajari pemasaran multi-indera atau multisensory marketing yang menggabungkan lima indra, seperti penglihatan, suara, sentuhan, penciuman, dan rasa. Metode ini diyakini akan menjalin hubungan lebih emosional kepada pengguna dan memenangkan loyalitas konsumen dalam waktu singkat.

Sebagai contoh sederhana, toko parfum menggunakan lampu yang menyala dan musik yang menenangkan serta aroma parfum yang harum untuk membangun suasana memikat bagi pembeli. Atau sebuah toko makanan yang menggunakan bau harum dan suara-suara makanan yang sedap untuk mengunggah selera makan.

Keuntungan multisensory marketing

MUltisensory marketing

  1. Pemasaran multi-indera meningkatkan kesan dan memori konsumen terhadap suatu merek yang lebih baik.
  2. Dengan menggabungkan beberapa indera, metode marketing ini membuat pengalaman belanja lebih menyenangkan dan meninggalkan kesan yang kuat.
  3. Meningkatkan loyalitas konsumen dengan adanya hubungan emosional yang semakin signifikan.
  4. Dengan menciptakan pengalaman memuaskan bagi konsumen, maka efek secara tidak langsung yang dapat dirasakan adalah meningkatknya penjualan dan keuntungan bagi bisnis.

Lima pemasaran multi-indera

Mata

Penglihatan penentu langkah pertama

Jatuh cinta pada pandangan pertama, menjadi istilah umum yang dipakai dalam dunia percintaan. Tapi, ternyata juga berlaku di dunia pemasaran.

Hal tersebut terjadi karena menurut para ahli, lebih dari 70% reseptor sensorik terletak di mata, sehingga membuat manusia sebagai mahluk visual yang mendalam. Maka tak heran kalau hal pertama yang menarik bagi konsumen tertuju pada daya tarik visual, seperti, logo, kemasan atau materi iklan.

Selain itu, penelitian kualitatif menemukan jika konsumen menggunakan penglihatan untuk mengamati bentuknya. Tahap selanjutnya, konsumen akan menentukan langkah yang akan diambil baik itu memegang, tertarik untuk melihat atau melewatinya begitu saja.

Sebagai contoh sederhana sebuah toko makanan cepat saji dapat menampilkan gambar menarik, menambahkan aroma roti dan suara bubbling air untuk menciptakan pengalaman makan yang memuaskan bagi konsumen. Ini akan membantu membuat kesan positif pada merek dan membangun loyalitas konsumen.

Multisensory marketing pendengaran yang memengaruhi otak

Marketing Multisensory tELINGA

Menurut artikel kesehatan SehatQ, gelombang theta yang diproduksi oleh musik instrumental piano akan memberikan rasa rileks dan kreatif. Cara kerja ini juga berlaku untuk jenis musik lainnya yang mendorong gelombang otak agar menghasilkan hormon dan kemudian memicu emosi beragam. Dari fakta di atas terlihat jelas mengapa suara atau musik menjadi salah satu strategi marketing jitu pada dunia pemasaran.

Tak hanya itu, suara atau musik dapat memengaruhi persepsi produk, persepsi kualitas, dan aroma yang dapat membangkitkan ingatan masa lalu. Contoh dari multisensory marketing yang menggabungkan pendengaran adalah toko perhiasan yang memutar musik klasik untuk membuat suasana mewah dan memengaruhi pembelian pelanggan.

Aplikasi lainnya restaurant fast food memasang bertempo cepat agar konsumen makan lebih cepat agar konsumen segera meninggalkan tempat duduk. Sementara itu, supermarket akan menyetel lagu bertempo lambat agar konsumen berlama-lama.

Sedangkan untuk brand, jingle atau signature sound dapat menjadi cara terbaik agar konsumen lebih cepat me-recall sebuah merek 25% lebih cepat. Salah satu merk Indonesia yang sudah berhasil menerapkannya yaitu es krim Campina dan Walls.

Penciuman memiliki koneksi kuat antara emosi dan memori

iNDRA penciuman

Penciuman menjadi indra yang langsung menstimulus otak, diproses oleh olfactory bulb yang memiliki hubungan langsung dengan dua area otak, yaitu amygdala (emosi) dan hippocampus ( memori). Karena hal inilah banyak yang membangun persepsi melalui aroma (scent branding). 

Melalui aroma terbentuklah memori jangka panjang, yang akan mengingatkan kepada suatu objek. Fakta ini dibuktikan dalam sebuah penelitian, ketika pensil atau tisu wajah diberi wewangian, daya ingat untuk atribut merek tersebut meningkat secara signifikan, bertahan hingga 2 minggu.

Kelebihan lainnya, aroma juga dapat menjadi daya tarik bagi pemasar. Hal ini biasa diaplikasikan pada coffee shop atau bakery yang menarik pembeli dari aroma yang muncul. Penerapan multisensory marketing yang juga dinilai berhasil yaitu Ls Patisserie Sheraton Surabaya, yang memiliki aroma khas. Kemudian aroma khas ini dipercikan pada pengunjung yang memesan teh, agar memancing fear of missing out (FOMO).

Multisensory marketing sentuhan meningkatkan persepsi kepemilikan atas objek 

Indra perasa

Sentuhan menjadi salah satu indra yang menjadi penentu ketertarikan , dan meningkatkan kecenderungan lebih tinggi untuk memiliki sebuah produk dibanding hanya dengan melihat.

Aplikasi multisensory marketing yang efektif adalah Apple Store, yang menggunakan bahan yang berkualitas tinggi pada produk-produk mereka, sehingga membuat konsumen merasa nyaman dan aman saat menggunakannya. Selain itu perusahaan pembuat Iphone ini menyuguhkan  suara musik yang sesuai agar memberikan pengalaman yang menyenangkan.

Sentuhan ini juga bisa diterapkan dalam relasi langsung dengan konsumen, seperti, berjabat tangan untuk mengkomunikasikan emosi mereka.

Indra perasa memunculkan persepsi kompleks

Multisensory marketing Lidah

Rasa menimbulkan persepsi, dan hal ini dibuktikan dalam Neurogastronomy, ilmu yang mempelajari bagaimana rasa memengaruhi otak. Rasa yang muncul merupakan hasil akibat pengaruh indra lainnya. Terbukti pada sebuah riset menyatakan kalau Vanila hanya sebuah aroma tanpa rasa jika dirasakan dengan hidung tertutup.

Hal yang sama terjadi pada Taco Bell, saat pendemi Taco bell menerima komplain karena tekstur makanan berubah akibat guncangan meskipun rasa tetap sama. Karena hal ini fast food yang menyuguhkan makanan Meksiko mengubah penataan makanan tersebut.

Multisensory marketing

Dari penjelasan di atas masing-masing jenis indera memiliki peran yang berbeda dalam mempengaruhi pikiran dan perasaan konsumen, yang kemudian akan berpengaruh pada merk dagang. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian, anak-anak merasakan kenikmatan yang berbeda karena tampilan kemasan yang terkenal dan satunya tidak. 

Nah, rasanya fakta tersebut sudah cukup untuk kita mengambil kesimpulan kalau multisensory marketing salah satu cara untuk memicu ingatan terhadap sebuah merk. Layaknya baterai yang akan terus hidup jika di re-call terus menerus.

Itulah tips yang bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan penjualan dan awarness brand secara signifikan. Untuk informasi menarik lainnya jangan lupa untuk selalu mengikuti blog Riz Visual 


Sumber

  • https://www.sehatq.com/artikel/gelombang-otak-dan-pengaruhnya-terhadap-kehidupan-manusia
  • Majalah Marketeers

Related posts

Menggali Keberadaan Shutterstock Indonesia Lebih Dalam

Admin Original

Lampu Merah: Sejarah, Evolusi, Alasan Penggunaan Warnanya

Admin Original

Indemnification; Perlindungan Maksimal Bagi Pengguna Shutterstock

Admin Original

Mengungkap Perbedaan Shutterstock Dengan Shutterstock Contributor

Admin Original

Tips Membuat Postingan Instagram Berwarna Dengan Musik

Admin Original

Mau Tahu Cara Jual Foto di Shutterstock yang Bikin Cuan Puluhan Juta? 

Admin Original

Leave a Comment

Open chat
Konsultasi via WhatsApp
Konsultasi via WhatsApp